Mungkin,,, pembahasan kali ini akan sedikit berat yang akan menyebabkan efek bosan dan kantuk. :D
Pertama, mari kita mulai dari dimensi-dimensi yang lebih rendah.
Dimensi 0 adalah sebuah titik (0): terlampau kecil sehingga terkadang dapat dibilang sebagai hampa. Dimensi 0 ini ada di tengah lubang hitam, karena gaya gravitasi yang sangat dahsyat.
Dimensi 1, terdiri dari beberapa dimensi 0, yaitu garis. Jika kamu membuat titik di secarik kertas yang banyak dari suatu titik ke titik lain, itu akan menjadi sebuah garis. Garis memiliki satu sifat, yaitu panjang.
Dimensi 3 adalah dimensi dimana kita berada, dan memiliki 3 sifat, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Ini pun terdiri dari beberapa bangun datar, seperti kubus yang membutuhkan 6 persegi. Nama dimensi ini adalah ruang.
Dimensi 2 terdiri dari beberapa dimensi 1, dan menjadi bangun datar. Jika kamu lihat, sebuah persegi terdiri dari 4 garis, segitiga terdiri dari 3 garis, dan seterusnya. Sifat yang dimiliki bangun datar adalah panjang dan lebar.
Nah, sekarang jika kita sudah tau polanya, mari beralih ke dimensi keempat.
Dimensi keempat dikenal sebagai waktu, dan waktu adalah sebuah garis vektor tersendiri, sering disebut timeline (t). Kita sebagai makhluk 3 dimensi ‘menaiki’ waktu dari masa lalu ke masa depan. Jika alam semesta ini adalah sebuah kereta yang berjalan, maka waktu adalah lintasan dari kereta tersebut. Oleh karena itu, kita sebenarnya tidak hanya hidup di dimensi ke-3, namun di gabungan ke-3 dan 4. Mungkin kamu pernah mendengar istilah spacetime, ini adalah tempat yang kita tempati sekarang. Tanpa waktu, kita tidak akan bisa bergerak. Saya dapat analogikan dengan sebuah animasi/video. Di video/animasi, jika belum mem-play video tersebut, hal yang kamu lihat adalah gambar tak bergerak, namun setelah kamu play gambar itu pun bergerak. Nah, gambar itu bergerak seperti kita, karena waktu adalah faktor yang membuat kita bergerak.
Mengapa kita tidak bisa pergi ke masa lalu kalau begitu?
Nah, walaupun kita ‘menaiki’ waktu, kita tidak dapat ‘menyetir’ waktu karena kita bukan sebuah makhluk 4 dimensi. Misalnya kamu membuat gambar di kertas, lalu kamu gerakkan gambar tersebut keliling ruangan. Gambar itu tidak dapat berbuat apa-apa karena gambar itu ada di dimensi kedua, dan ruangan adalah dimensi ke-3. Sama halnya seperti kita.
Berdasarkan pola, dimensi ke-5 adalah multiple timeline, atau garis waktu yang lebih dari satu. Jika kamu menonton film tentang time-travel, beberapa menjelaskan kalau kamu pergi ke masa lalu, maka masa depan kamu yang dulu tidak akan berubah. Ini sama dengan konsep multiple timelines.
Ini karena kamu tidak dalam kondisi yang sama saat kamu menggambar garis yang ke-2. Sama halnya seperti multiple timelines, garis waktu yang kita tempati ini terjadi karena semua kejadian yang kita semua, dan alam semesta telah lakukan. Jika ada satu partikel pun yang bergerak berbeda di dua detik yang lalu misalnya, itu sudah bukan garis waktu kita lagi, namun garis waktu lain.
Mari kita gambarkan waktu sebagai sebuah lintasan; sebuah garis di secarik kertas. Coba kamu buat satu garis tanpa menggunakan penggaris, dan coba kamu gambar lagi garis di satu titik di garis yang kamu telah gambar ke arah yang sama. Jelas beda kan garisnya?
Pada keenam, kita akan melihat bidang dunia yang memungkinkan, di mana kita dapat membandingkan dan memposisikan semua alam semesta yang mungkin dimulai dengan kondisi awal yang sama dengan yang ini (yaitu Big Bang). Secara teori, jika kamu bisa menguasai dimensi kelima dan keenam, kamu bisa melakukan perjalanan mundur dalam waktu atau pergi ke masa depan yang berbeda.
Dari konsep ini lah istilah endless possibilities ada. Jika misalnya aku di garis waktu ini membuat postingan ini di blogspot, di garis waktu lain mungkin tidak. Di garis waktu lain mungkin aku yang tidak punya blogspot ini. Kemungkinan-kemungkinan masih banyak lagi, dan menurut string theory, dimensi ke-5 keatas berkaitan dengan garis waktu yang tak terhitung jumlahnya.
Dalam dimensi kesembilan, kita dapat membandingkan semua kemungkinan sejarah alam semesta, dimulai dengan semua hukum fisika dan kondisi awal yang berbeda. Dalam dimensi kesepuluh dan terakhir, kita sampai pada titik di mana segala sesuatu yang mungkin dan dapat dibayangkan dibahas. Di luar ini, tidak ada yang bisa dibayangkan oleh kita manusia fana, yang menjadikannya batasan alami dari apa yang dapat kita bayangkan dari segi dimensi.
Di dimensi ketujuh, kamu memiliki akses ke dunia yang mungkin dimulai dengan kondisi awal yang berbeda. Sedangkan di kelima dan keenam, kondisi awal adalah sama dan tindakan selanjutnya berbeda, di sini, semuanya berbeda dari awal waktu. Dimensi kedelapan lagi memberi kita sebuah bidang sejarah alam semesta yang mungkin seperti itu, yang masing-masing dimulai dengan kondisi awal yang berbeda dan bercabang tanpa batas (karenanya mengapa mereka disebut tak terbatas).
Jika dimensi ekstra dipadatkan, maka enam dimensi ekstra harus dalam bentuk manifold Calabi-Yau (diperlihatkan di atas). Sementara tak terlihat sejauh indra kita memandang, mereka akan mengatur pembentukan alam semesta sejak awal. Karenanya mengapa para ilmuwan percaya bahwa mengintip ke masa lalu, menggunakan teleskop untuk melihat cahaya dari alam semesta awal (misal, Miliaran tahun yang lalu), mereka mungkin dapat melihat bagaimana keberadaan dimensi tambahan ini dapat memengaruhi evolusi kosmos.
Keberadaan enam dimensi tambahan yang tidak dapat kita pahami ini diperlukan untuk Teori String agar konsistensi di alam. Fakta bahwa kita hanya dapat merasakan empat dimensi ruang dapat dijelaskan oleh salah satu dari dua mekanisme: baik dimensi ekstra dipadatkan dalam skala yang sangat kecil, atau dunia kita dapat hidup pada submanifold 3 dimensi yang sesuai dengan bran, di dimana semua partikel yang dikenal selain gravitasi akan dibatasi (alias. teori brane).

0 Komentar @_@: