====Tuhan Tidak Bermain-main Dengan Dadu====

Memahami Sentimen Moral Pasti banyak konflik yang terjadi akibat setiap orang punya standar berbeda dalam menilai baik/buruk suatu tind...

Memahami Sentimen Moral

Memahami Sentimen Moral

Pasti banyak konflik yang terjadi akibat setiap orang punya standar berbeda dalam menilai baik/buruk suatu tindakan, namun karena merasa standarnya adalah satu-satunya yang benar dan semua orang salah, itulah yang menyebabkan konflik.
Dengan kata lain kita bisa bilang bahwa setiap orang punya sentimen moral masing-masing. Contohnya:
Bagi sebagian orang seks bebas itu buruk karena melanggar norma di masyarakat. Bagi sebagian orang, baik/buruknya seks bebas tidak penting karena ini adalah privat orang lain. Selama tidak mengganggu ya tidak masalah. Ada perbedaan penilaian baik/buruknya perilaku tentang seks bebas di sini.
Bagi sebagian orang, mengkritik tokoh agama/masyarakat atau ajaran agama/adat itu tidak bisa diterima karena tidak sopan. Agama/adat dan tokohnya adalah sakral dan wajib dihormati. Bagi orang lain, siapa/apa saja bebas dikritik karena ini adalah kebebasan berekspresi dan kritik diperlukan untuk perbaikan. Ada perbedaan penilaian baik/buruknya perilaku “mengkritik otoritas”.

Nahh,, perbedaan sikap tentang apakah suatu perbuatan bisa diterima atau tidak sudah sering menimbulkan konflik.
Kenapa perbedaan sentimen moral bisa membuat manusia berkonflik?
Masalahnya, setiap kelompok bisa mempunyai nilai moral yang berbeda dan sikap “default” dari manusia adalah mempertahankan kesakralan moralnya masing-masing. Meskipun dalam lingkup saudara kandung, pasti akan ada sikap default nya masing masing. Seiring dengan berkembangnya peradaban, kita hidup semakin membaur sehingga kelompok-kelompok dengan moral yang berbeda sekarang hidup berdampingan. Namun, sangat sedikit dari manusia modern yang diajarkan cara menyikapi keberagaman nilai moral. Dengan memahami bagaimana setiap nilai moral berkembang dan memiliki manfaatnya masing-masing pada masa lalu saat kita masih hidup berkelompok kecil, kita harusnya jadi lebih toleran terhadap orang dengan nilai moral berbeda dan tidak merasa nilai moral yang kita anut adalah satu-satunya yang benar. Oleh sebab itu, kita harus melawan naluri alamiah kita untuk dapat menghargai pendapat karena pada dasarnya kita semua memiliki pandangan yang berbeda. Dengan memahami asal muasal sentimen moral, kita akan lebih toleran terhadap orang dengan sentimen moral yang berbeda. Tidak akan ada toleransi tanpa ada pemahaman. Jonathan Haidt menyebut orang yang merasa nilai moralnya sendiri yang paling benar dan nilai moral orang lain itu konyol adalah orang yang terjebak dalam moral matrix, literallyseperti di film The Matrix.

0 Komentar @_@: