Tentang Kecerdasan
Kebanyakan orang hanya menilai kecerdasan seseorang berdasarkan seberapa baik orang tersebut mampu mengerjakan soal-soal yang diajarkan di sekolah seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan lain-lain. Jika murid mampu mengerjakan mata pelajaran tersebut maka murid tersebut akan dianggap cerdas oleh guru, orang tuanya, dan teman-temannya. Kebanyakan orang juga tidak mempedulikan entah murid tersebut memang benar-benar memahaminya atau hanya sekedar menghafal saja demi mendapatkan nilai yang bagus.
Kenapa kebanyakan orang tidak menilai kecerdasan seseorang berdasarkan seberapa baik itu orang tersebut bermain sepak bola, basket, bulu tangkis, menari, membuat karya tulisan, membuat gambar, memainkan alat musik, mampu menyampaikan idenya dengan baik, dan lain-lain. Padahal itulah makna sebenarnya dari kecerdasan sesungguhnya karena tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik.
Kesalahan inilah yang sering terjadi di lingkungan sekolah menilai kecerdasan muridnya dari kemampuannya mengerjakan soal-soal ujian dan mendapatkan nilai ujian yang tinggi. Hal tersebutlah yang menjadi stereotipe bagi kebanyakan masyarakat bahwa parameter kecerdasan itu adalah mampu mengerjakan soal-soal dan mendapatkan nilai rapor yang tinggi(?).
Contoh Kecerdasan
Sebagai contoh, apakah menurut kalian Christiano Ronaldo (pemain sepak bola) seorang yang cerdas ? Tentu saja dia cerdas dalam hal bermain sepak bola tapi apakah dia cerdas dalam memahami konsep fisika dan kimia ? dia tidak mengerti kedua konsep tersebut karena itu bukan bidangnya. Jadi, jika kita menilai kecerdasan Christian Ronaldo dalam memahami fisika dan kimia maka kita akan menganggap dia bodoh tapi jika kita menilai cara dia bermain sepak bola maka paradigma kita akan berubah bahwa dia sebenarnya cerdas.
Menurut Howart Gardner, setiap manusia di dalam dirinya memiliki minimal 1 atau lebih kecerdasan dari 9 kecerdasan yang telah kelompokkan oleh dia. 9 macam kecerdasan tersebut dia menyebutnya sebagai multiple intelligences atau kecerdasan majemuk
Berikut 9 kecerdasan tersebut :
Kecerdasan Natural
Kecerdasan Musikal
Kecerdasan Logika Matematika
Kecerdasan Eksitensial
Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Kinestetik Jasmani
Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan Spasial dan Visual
Ini yang sebagian orang salah menilai kecerdasan seseorang karena
Kecerdasan logika matematika pada umumnya juga dijadikan sebagai tolak ukur kecerdasan pada seseorang. Padahal, tidak semua orang memiliki kecerdasan tersebut karena kecerdasan tiap orang berbeda-beda dan juga unik.
Jadi, saat kita menilai kecerdasan seseorang janganlah hanya menilai berdasarkan seberapa cepat dan mampu orang tersebut dalam mengerjakan soal-soal pelajaran ataupun mendapatkan nilai yang tinggi. Tapi, kecerdasan sesungguhnya adalah seberapa baik orang tersebut melakukan aktivitas yang diminatinya dimana orang lain tidak bisa melakukan dengan baik.
Mungkin itu saja pendapat saya mengenai kesalahan kebanyakan orang dalam menilai kecerdasan. Tehee,, >_<

0 Komentar @_@: