====Tuhan Tidak Bermain-main Dengan Dadu====

souce : gugel Ya tergantung seberapa jauh kamu mau ribet. Kalau beli jadi, kamu hanya perlu memikirkan tipe prosesor, kapasitar RAM da...

Beli Komputer Jadi?? atau Beli Komputer Rakitan Sendiri??

souce : gugel

Ya tergantung seberapa jauh kamu mau ribet. Kalau beli jadi, kamu hanya perlu memikirkan tipe prosesor, kapasitar RAM dan harddisk, dan tipe kartu grafisnya tanpa perlu memilih dari sekian banyak merk dan spesifikasi. Paling-paling hanya agak ribet kalau sistem operasinya harus pasang sendiri.
Kalau mau rakit sendiri juga sebenarnya tidak ribet-ribet amat. Kamu tinggal tetapkan dana, lalu lihat saja daftar rakitan yang sudah dibuat orang-orang di forum komputer. Pilih saja salah satunya.
Setelah memilih, kamu tinggal pesan dari toko komputer favorit kamu, toko favorit temen juga bisa, dan tinggal dirakit dehh (bersama teman jika perlu). Merakitnya juga mudah, karena bentuk colokan setiap komponennya berbeda, jadi tidak akan salah pasang. Yang rumit adalah menata kabelnya supaya tidak ribet (kusut)
Dan jika kalian tanya mana yang lebih baik kalau aku memang bisa merakit? Jauh lebih baik rakit sendiri. Dan kalau tak bisa merakit? Tetap memilih merakit lah. Karena saya penganut “benda mati menyimpan memori tersendiri”. Eitts maksud dari prinsip “benda mati memiliki memori tersendiri” ini adalah terkadang ada tipe orang yang menganggap benda benda kesayangannya seperti orang orang tersayangnya. Ketika tiba masanya ia harus digantikan, dan orang yang menganut ini begitu sulit berpisah karena punya kenangan yang indah di masa lalu. Yahh kok malah bahas ini :v .
Berikut perbedaan antara Beli Jadi dan Beli Rakitan.
Beli komputer jadi:
1. komputer datang, nyalakan, pakai sampai akhirnya lemot dan tidak cukup kuat lagi.
2. Kalau rusak, bawa ke tokonya untuk diperbaiki(Karna kurangnya pengalaman mengatasi komputer).
Tidak pusing.
3. Susah untuk upgrade. Komputer jadi yang bermerk seperti Acer, HP, Lenovo dsb biasanya punya desain dan spesifikasi tidak standar, sehingga kalau misalnya power supply rusak, tidak bisa diganti dengan power supply dari komputer biasa.
4. Jelas harga jual kembali akan rendah.
Rakit sendiri:
1. Harus memilih dari sekian banyak merek, tipe, frekuensi, kapasitas, dan lain sebagainya.
2. Harus menunggu komponennya datang satu persatu.
3. Harus memikirkan tata letak komponen dan kabel-kabel.
Sistem operasi, driver, dan perangkat lunak lainnya harus pasang sendiri.
4. Kalau ada masalah, harus cari tahu masalahnya di mana. Setiap komponen harus dites satu per satu. Kadang perlu komputer lain untuk bantu tes.
5. Enaknya, setelah ketemu masalahnya di mana, mengatasinya jadi mudah, tidak perlu keluar uang banyak :v.
6. Upgrade komponen mudah, karena semuanya sudah standar(?).
7. Jelas,, jika terjadi kerusakan (hardware & software) kita bisa mencari masalahnya dan menyelesaikannya. Karena dari awal kan rakit sendiri(?).

0 Komentar @_@: